Post Detail
By Nanda Sari Ningrum
0
0
Anak pertamaku pemikirannya kritis bgt, anak keduaku pemberani, pikir keri wkwk.
Suatu waktu aku ngobrol sama anak sulungku. Nanya, dia bisa naik pohon ngga? Jawabannya valid bgt. Dia bilang "aa bisa tapi ga berani".
Aku percaya. Krna naik pohon adalah aktifitas yg mudah dan logis. Ahnaf adalah anak yg pemikir dan bisa mem-breakdown teknis secara detail perfectly. Jd hal ini ga perlu dibuktikan dg dia praktekin buat manjat pohon. Karna dia juga sudah nengakui lerasaanya, bahwa dia ga berani.
Biidznillah dari kecil Ahnaf bisa mendefinisikan sesuatu (termasuk rasa) dengan tepat. Jd itu mempermudah kami untuk memahami maksudnya.
Oke, case lain. Saat temen2nya 'nantangin' aa bisa ini ga? Aa bisa itu ga? Ahnaf akan jawab bisa kalo emang bisa. Nah biasanya temennya ngelanjutin "yaudah ayo coba tunjukin kalo emang bisa". Tapi anakku ga terpicu, dia tetep stay cool bilang "aku bisa tapi ga mau". Trus temennya pada kecewa, dan lanjut mengatai "ah ga bisa paling.."
Dari sini kadang anakku ttp santuy krna lagi fokus sama sesuatu. Kadang juga marah, karna ga suka digituin. Tapi teteo, dia gamau 'membuktikan' sesuatu untuk orang lain, yg hal itu dia yakin dan emang beneran udah bisa 👏🏻👏🏻👏🏻
Bocilku punya komitmen tinggi, aku menyadari ini anugrah. Kasih sayang Allah untuk kami.

Nanda Sari Ningrum
Co Founder at TitikTemuKita
Published on 12 Mei 2026
Belum ada komentar.