Loading
Post Detail
By Nur Afifa Fajarina
0
0
Kemarin pagi kami mengajak anak2 pergi keluar rumah sambil menikmati pemandangan langit biru yang cerah dan mengamati berbagai bentuk awan seperti apa di pagi hari itu.
“Waaah awannya besaaar banget, awan cumulus! (sudah pernah diskusi bersama sebelumnya tentang jenis2 awan)”, kata Bilal takjub.
“Waduuuh.. klo sebesar ini kayaknya nanti bakal hujan nih”, kata ayah mencoba memprediksi.
“Allah bilang di Al Quran kalau Allah ciptain awan itu bertindih-tindih, kalau udah keberatan awannya, bisa turun hujan”, ibu menyisipkan Quran Surah An Nur:43. “Nanti kita liat apakah betul akan turun hujan?”, kata ibu lagi.
“Awan enak ga ya kalau dimakan? Kira2 rasanya manis ga ya?”, tanya ibu ke Hawwa.
Hawwa bergestur lucu seperti sedang memakan awan keenakan “nyam nyam”.
“Awan kan kayak kapas!”, kata Bilal.
“Kalau awan kayak kapas harusnya kan lembut, tapi kemarin ayah naik pesawat ngelewatin awan malah gruduk2 pesawatnya berguncang”, jawab ayah menimpali pernyataan Bilal.
“Hmm kira2 kenapa ya? Padahal dia ringan bisa berpindah tempat karena ditiup angin ciptaan Allah (Ar rum:48), tapi kenapa rasanya kok ga mulus saat pesawat melewatinya?”, ibu penasaran.
Next kita cari tau yuk apa penyebabnya 🥰
Kurikulum Bermain Bermakna : Aku Cinta Allah
Student: Bilal Muhammad Ali
Bermain Tebak Bentuk Awan
Allah Maha Pencipta dan Maha Penyayang - Allah Menciptakan Langit dan Bumi

Nur Afifa Fajarina
Full time IRT, Part time Japanase Teacher
Published on 06 Desember 2025
Belum ada komentar.