Post Detail
By Nanda Sari Ningrum
0
0
Jika kita sudah condong pada salah satu ‘kendaraan’ legalitas di tulisan sebelumnya, berikut adalah beberapa panduan sederhana agar langkah pertama kita terasa ringan:
Pahami Aturan Main Administratif Sejak Awal
Menyambung ketatnya aturan Dapodik saat ini, ingatlah untuk tidak menunda pendaftaran administratif. Begitu kita memutuskan memilih jalur ini, daftarkan anak ke PKBM atau Sekolah Payung pilihan keluarga sejak awal jenjang tahun ajaran (misal sejak kelas 1 SD, 7 SMP, atau 10 SMA). Ini penting agar nama anak tercatat runtut mengalami kenaikan kelas setiap tahun dan tidak terjebak kendala birokrasi saat hari ujian kesetaraan tiba nanti.
Berikan Waktu untuk "Deschooling"
Jika anak kita adalah pindahan dari sekolah konvensional, jangan langsung menjejali mereka dengan tumpukan jadwal belajar baru di rumah. Berikan masa jeda (deschooling). Biarkan mereka beristirahat, memulihkan kejenuhan mental, dan menemukan kembali apa yang benar-benar mereka sukai. Masa transisi ini bukan membuang waktu, melainkan menyetel ulang niat agar proses belajar ke depan berjalan lebih organik.
Mulailah dengan Kecil dan Sederhana
Kita nggak perlu membeli paket kurikulum internasional yang mahal atau menyulap kamar menjadi ruang kelas tiruan di hari pertama. Mulailah dari meja makan atau ruangaan manapun yang hisa kita gunakan bersama. Mulailah dengan membaca buku bersama, memasak bersama sambil menghitung takaran bahan, atau berjalan-jalan ke taman sambil mengamati serangga. Karena belajar adalah bagian dari kehidupan itu sendiri.

Nanda Sari Ningrum
Co Founder at TitikTemuKita
Published on 02 Juli 2026
Belum ada komentar.