Loading
Post Detail
By Nanda Sari Ningrum
0
0
Iri pada pasangan?
Dulu aku pernah merasa iri pada suami. Rasanya enak sekali di posisinya. Punya banyak relasi, tiap hari bisa diskusi. Karir cemerlang. Menjadi orang yg dipandang. Mudah mempelajari dan tau banyak hal. Selalu jadi yang dicari2. Dari rasa iri jadi insecure sama suami sendiri.
Sedangkan ketika menengok diri. Rasanya seperti orang yg ga punya prestasi. Ngurusin rumah aja kualahan. Pengen belajar dan ambil peran diluar tapi banyak halangan. Tapi hati kecil ga tega buat ninggalin anak sendirian.
Sampai akhirnya aku tersadarkan bahwa aku ga sedang bersaing dengan pasangan. Melainkan sedang berjuang bersama pasangan. Aku di ranahku, dan beliau diranahnya. Yang kukira senang2 diskusi dengan teman, nyatanya nahan batin krna banyak ketidaksesuaian. Yg kukira enak bisa kerja sembari belajar, nyatanya tanggung jawabnya sebagai kowam adalah amanah besar yg sedang diemban. Dan beliau butuh istri sebagai tempat pulang.
Terus gimana dengan karirku?
Tapi bukankah karir tertinggiku menjadi ibu? Bahkan surgaku bisa didapat tanpa perlu melangkahkan kaki keluar dr tempat tinggalku. Lantas karir apa yg sedang ada di otakku?
Dari kesadaran itu, ternyata Allah ksh banyak kesempatan dan bukakan pikiran bahwa aku ttp bisa ambil peran bahkan meski hanya dari dalam rumah saja bisa dilakukan 🥰🫶🏻
Aku bersyukur sekali dg peranku sekarang, memposisikan diri sebagai ibu untuk peradaban. Semoga Allah ridho.
Bersama di dunia hingga ke surga ya @rendysyabany ❤️

Nanda Sari Ningrum
Co Founder at TitikTemuKita
Published on 20 Desember 2025
Belum ada komentar.